Car Index

 

Contact Us

Staff 1:

Staff 2:

 

CV. FANIA GROUP

Jl. Gedongan Baru II No.14 RT.07

Pelemwulung, Banguntapan

Jogjakarta

(0274)7422000

(0274)451129

0877.3131.3151



candi
Candi Gampingan

 

Candi gampingan adalah candi yang baru di temukan tahun 1995 oleh pnduduk setempat pembuat batu bata. Posisi candi saat di temukan terpendam di bawah tanah. Candi gampingan termasuk candi budha yang berada di dusun gampingan, kelurahan Sitimulyo, kecamatan Piyungan, kabupaten Bantul. Menurut perkiraan, candi ini dibangun pada sekitar abad ke-8 dan ke-9 di saat zaman Kerajaan Mataram Kuno. Kompleks reruntuhan candi ini mempunyai tujuh buah bangunan candi yang tidak utuh, dengan bangunan utama berukuran kira-kira 5 m x 5 m dan tinggi 1,2 meter. Namun hingga saat ini, pemugaran candi belum selesai.

Didalam candi ini terdapat tiga buah arca Dhyani Buddha Wairocana yang terbuat dari perunggu, dua buah arca Jambhala dan Candralokesvara dari batu andesit, benda-benda dari emas, dan beberapa benda-benda keramik. Pada bagian kaki dari candi Gampingan ini terdapat relief binatang katak dan unggas (burung pelatuk, burung gagak, dan ayam jantan). Dengan adanya arca Jambhala dan Dhyani Buddha Wairocana, maka diperkirakan candi Gampingan merupakan tempat pemujaan agama Buddha aliran Mahayana.

 
Candi Kalasan

 

Candi Kalasan atau Candi Kalibening  dikategorikan sebagai candi Buddha terdapat di desa Kalasan, kabupaten Sleman, provinsi Yogyakarta, Indonesia. Candi ini memiliki 52 stupa dan berada di sisi jalan raya antara Yogyakarta dan Solo serta sekitar 2 km dari candi Prambanan.

Pada awalnya hanya candi Kalasan ini yang ditemukan pada kawasan situs ini, namun setelah digali lebih dalam maka ditemukan  tiga buah candi kecil di luar bangunan candi utama, berbentuk stupa.
Berdasarkan prasasti  yang ditemukan tidak jauh dari candi ini menyebutkan tentang pendirian bangunan suci untuk menghormati Bodhisattva wanita, Tarabhawana dan sebuah vihara untuk para pendeta. Penguasa yang memerintah pembangunan candi ini bernama Maharaja Tejapurnapana Panangkaran (Rakai Panangkaran) dari keluarga Syailendra.

Pada bagian selatan candi terdapat dua relief Bodhisattva, sementara pada atapnya terdiri dari 3 tingkat. Atap paling atas terdapat 8 ruang, atap tingkat dua berbentuk segi 8, sedangkan atap paling bawah sebangun dengan candi berbentuk persegi 20 yang dilengkapi kamar-kamar setiap sisinya.

 
Candi Plaosan

 

Candi di komplek plaosan ini termasuk dalam kategori candi budha. Terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Atau  kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan. Kompleks ini dibangun pada abad ke-9 oleh Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan pada zaman Kerajaan Medang, atau juga dikenal dengan nama Kerajaan Mataram Kuno.

Di komplek ini terdapat dua buah candi yaitu Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul.

 
Candi Ijo

 

Candi Ijo adalah candi Hindu yang berada tidak jauh dari situs Ratu Boko. Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno, dan terletak pada ketinggian 410 meter di atas permukaan laut. Karena berada di atas bukit yang disebut Gumuk Ijo, maka pemandangan di sekitar candi sangat indah, terutama kalau melihat ke arah barat akan terlihat wilayah persawahan dan Bandara Adisucipto Yogyakarta.

Candi ini merupakan kompleks 17 buah bangunan yang berada pada sebelas teras berundak. Pada bagian pintu masuk terdapat ukiran kala makara, berupa mulut raksasa (kala) yang berbadan naga (makara), seperti yang nampak pada pintu masuk Candi Borobudur. Dalam kompleks candi ini terdapat tiga candi perwara yang menunjukkan penghormatan masyarakat Hindu kepada Trimurti: Brahma, Wisnu, dan Syiwa.

 
Candi Kedulan

 

Candi Kedulan merupakan candi Hindu yang berada tidak jauh dari Candi Sambisari, yaitu di Dusun Kedulan, Tirtomartani, Kalasan, Yogyakarta. Candi dibangun sekitar abad ke 8 dan ke 9 masehi pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini ditemukan terletak tiga sampai tujuh meter di bawah permukaan tanah, kemungkinan besar karena tertimbun lahar dari gunung Merapi yang diduga kuat meletus secara besar-besaran pada awal abad ke-11 (kira-kira tahun 1006). Karena jenis tanah yang berada di sekitar candi terdiri dari 13 lapisan yang berbeda, maka kemungkinan besar bahwa candi ini tertimbun lahar dalam beberapa kali letusan (13 kali).

Arsitektur  candi kedulan mirip dengan Candi Sambisari dan Candi Ijo. Candi yang mempunyai hiasan berupa relief mulut kala (raksasa) dengan taring bawah ini pertama kali ditemukan di tengah sawah pada tahun 1993 oleh para pencari pasir yang mengeduk pasir untuk bahan bangunan. Pada tahun 2003 di lokasi penggalian tersebut ditemukan dua buah prasasti yang ditulis dalam aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta mengenai pembebasan pajak tanah di Desa Pananggaran dan Parhyangan untuk pembuatan bendungan dan irigasi serta pendirian bangunan suci bernama Tiwaharyyan di zaman Kerajaan Mataram Kuno.

 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2
FANIA TRANSPORT | Jogja Car Rental | Pusat Sewa/Rental Mobil Murah, Berkualitas, Pelayanan Ramah & Profesional di Jogja, Powered by Joomla!